berikan nilai kami melalui survey online dibawah ini

ANDA PUAS ?


DENGAN PELAYANAN KAMI

Isi Surveinya

PELAYANAN KAMI MEMUASKAN


BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Isi Disini

KAMI BERKOMITMEN MENCEGAH KORUPSI


APA PENDAPAT ANDA ?

Sampaikan Disini
2026
08
Oct

Pengadilan Tinggi Surabaya Laksanakan Ujian Tertulis Seleksi Calon Hakim Ad Hoc Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tahap XXIV Tahun 2026

Surabaya, Kepala Badan Urusan Administrasi Mahkamah Agung RI Bapak H. Sahwan, S.H., M.H. meninjau langsung pelaksanaan Ujian Tertulis Seleksi Calon Hakim Ad Hoc Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tahap XXIV Tahun 2026 di i Ruang Sidang Utama Prof. Dr. H. M. Syarifuddin, S.H., M.H., Pengadilan Tinggi Surabaya pada Hari Kamis, 8 Oktober 2026. Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan pelaksanaan salah satu program strategis Mahkamah Agung dalam pemenuhan aparatur peradilan berjalan secara tertib, transparan, dan akuntabel. Program rekrutmen ini diselenggarakan guna memenuhi amanat Pasal 10 Undang-Undang Nomor 46 Tahun 2009 tentang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi yang mewajibkan komposisi majelis hakim tipikor terdiri atas hakim karier dan ad hoc.

Dengan adanya pengawasan dari Badan Urusan Administrasi Mahkamah Agung RI, pelaksanaan ujian diharapkan dapat berlangsung secara tertib, objektif, transparan, dan akuntabel. Pengawasan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memastikan dukungan administrasi dan penyelenggaraan kegiatan berjalan dengan baik sesuai prosedur. Ujian tertulis ini digelar serentak di 34 pengadilan tinggi se-Indonesia dengan total 719 peserta, dan Pengadilan Tinggi Surabaya diikuti oleh 47 peserta. Seluruh tahapan dilaksanakan secara transparan dan kelulusan diputuskan secara kolektif oleh panitia seleksi dalam rapat pleno. Tidak ada pihak mana pun yang dapat meloloskan peserta, maka berkompetisilah secara sehat, jujur, dan berintegritas.

Ketua Pengadilan Tinggi Surabaya Dr. SUJATMIKO, S.H., M.H. melaporkan kesiapan panitia daerah dalam memfasilitasi ujian bagi 47 peserta di wilayah hukum Pengadilan Tinggi Surabaya, yang terdiri atas 20 peserta seleksi calon hakim tingkat pertama dan 27 peserta tingkat banding.

Sebagai wujud keterbukaan dan kepatuhan terhadap tata tertib, naskah soal yang masih tersegel dibuka secara terbuka oleh Ketua Panitia Daerah dengan disaksikan langsung oleh perwakilan peserta dari tingkat pertama dan tingkat banding. Ujian berlangsung dengan sistem open book, terbagi ke dalam sesi 1 ujian esai (pukul 08.30–10.30 WIB) dan sesi 2 pembuatan putusan (pukul 11.00–17.00 WIB). TH




 Berita lainnya